Blog EntrySpritualisme *sebuah perjalanan hidup*Oct 21, '06 8:41 AM
for everyone

       

         Spiritualisme adalah hal yg akan terlitas oleh pikiran individu sepanjang hidupnya diwaktu senggang atau sibuk, dikala siang  atau hening malam. Maka seseorang akan mengingat kembali mengapa ia telah melakukan semua perbuatannya, apa tujuan hidupnya  dan apa hasil dari semua yg ia kerjakan. Yang lebih menarik lagi ketika seseorang mempunyai potensi bahkan kekuatan irasional ini, jiwa mereka tidak akan pernah padam dalam semangat mengarungi kenistaan, kesulitan dan cobaan.

        Rasionalitas akan berkaitan dengan sebab akibat dan materialisme. Emosi, keterikatan hati manusia dan kesederhanaan merupakan sesuatu yang berlawanan dengan rasionalitas, harta dan kekuasaan. Ketika jabatan dan pemikiran kekuasaan berbicara maka dia harus memadamkan empati kepada manusia, menghilangkan rasa belas kasih dan membuang jauh kemuliaan.

Didalam sejarah yg berpandu oleh agama Islam, ada sebuah contoh perjalan spiritualisme individu yang sempurna, saking sempurnanya perjalanan hidupnya, untuk ukuran rasional manusia, hal ini sudah diambang batas akal. Momentum2x pelajaran spiritual tersebut terpapar didalam al quran, dalam ayat berikut:

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim". [2.124]

      Didalam Islam, spiritualisme terkait erat dengan kedekatan dan ketundukan dirinya dengan Tuhannya. Di dalam ayat yg tertera di atas adalah gambaran perjalanan hidup seorang manusia yg sukses dalam pelajaran2x spiritualisme. Ketika kekuatan spiritualnya diuji maka dirinya mampu untuk meningkatkan kualitas dirinya sampai pada kedudukan imam bagi seluruh manusia dan Allah menentukan hidupnya sebagai orang yang mulia sepanjang sejarah manusia.

       Perjalanan spiritual nabi Ibrahim as. dimulai ketika ia menemukan jati dirinya sebagai seorang manusia yang menghamba kepada Tuhannya secara mutlak. Ini terjadi ketika ia mengenal Tuhannya secara ortodidak, ketika ia seorang pemuda yang idealis dan berhati suci dan tak terpengaruh oleh lingkungan yang politheisme. Nabi Ibrahim senantiasa mencari asal usul dirinya dan kepada siapa dia harus menyerahkan jiwa dan tujuan hidupnya [6.75-79].

        Nabi Ibrahim melanjutkan perjalan spiritualnya dengan menyampaikan spiritualisme ini kepada orang2x terdekatnya dan membenturkan kekuatan spiritualnya dengan mereka. Tidak berhenti sampai disitu, penguasa tirani juga tidak luput dari perjalanannya. Setiap momentum cobaan yang dihadapinya menjadi stimulasi dan peningkatan kekuatan spiritualnya.

         Ketika dia akan dibakar oleh lawan debatnya yang terdesak, dia tidak bergeming sedikitpun kecuali mengatakan kepada malaikat yg turun kepadanya untuk menyerahkan semua keputusan dan kehendak kepada ALlah SWT. Begitu juga ketika berdialog dengan seorang tirani, tidak sedikitpun keberanian menyurutnya dan bertekuk lutut didepan ke kekuasaan tirani. Kekuatan spiritual nabi ibrahim senantiasa menggolelora dan meningkat disetiap kali momentum cobaan yg ia hadapi. Maka tidak heran didalam ayat 2:124 menggambarkan bahwa setiap kalimat yg diinteraksikan Allah kepada Ibrahim as. ditunaikan dengan penuh.

         Perjalanan spiritualnya juga tidak pudar sedikitpun ketika Nabi Ibrahim berkeluarga dan menjadi seorang ayah. Ketika ada perintah yang diluar ambang batas nalar manusia yaitu meninggalkan istri keduanya di mekkah, pun ia tunaikan. Juga sewaktu akhirnya dikarunai seorang anak yang telah besar, shaleh dan menjadi permata hatinya pun Ibrahim as tidak berhenti utk mematuhi perintah spiritualnya. Perintah yg sangat menggentarkan hatinya yaitu mengorbankan anaknya untuk ALlah.

         Perjalanan spiritualnya juga berakhir dengan memuncaknya kedekatan dirinya kepada Allah SWT dan senantiasa berdoa untuk kesejahteraan keturunannya dan negrinya. Sangat2x biasa ketika seseorang sudh mencapai puncak ilmu dan kekuasaan, maka akan cenderung tergelincir dan pongah. Ini tidak terjadi kepada Ibrahim as, ketika Allah memberinya kekuatan untuk menghidupkan seekor burung yang ia menggunakan kesempatan itu untuk mendekatkan dirinya kepada ALlah. Juga sewaktu selesai membangun Baitullah di Mekkah bersama anaknya, maka mereka berdoa kepada Allah utk bertaubat, berdoa untuk mensejahterakan negrinya sepanjang masa dan berdoa untuk mengutus rasul2x agar generasi penerusnya tetap dekat kepada ALlah SWT.

         Nabi Ibrahim, seorang sosok bapak spiritual yang ideal. Dari kecil sampai tua tidak menyurut kekuatan spiritualnya. Ketinggihan spiritualnya pun tidak membuatnya kehilangan jati dirinya sebagai manusia biasa, hamba dan makhluq. Puncak spiritualnya tidak membuat dia menjadi Tuhan, malaikat atau Dewa yang disembah banyak orang, tapi menjadi bapak spiritual besar yang dicontoh dan dimuliakan oleh seluruh ummat manusia. Itulah Seorang perjalanan spiritual seorang nabi Ibrahim as, khalilullah (kekasih Allah).

 


syauqyqalbi wrote on Oct 21, '06
terima kasih...
tulisan yg penuh hikmah...
--------------------------------
salam kenal ya...
dimasfajarsoedibyo wrote on Oct 22, '06
sama sama, jangan lupa kasih tau kekurangannya :) ... salam kenal juga
keluargalindsten wrote on Oct 26, '06
Sholih dalam kondisi apapun, jazakallah khoiron jaza` atas tausiyahnya. Semoga bisa meniru keteladanan Nabi Ibrahim as dalam perjalanan spiritualnya, dalam konteks masa sekarang tentu saja dan masa depan, sampai liang kubur.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help